Anakku yang pertama berkata,"Bi, besok aku puasa. boleh ya?" Saya jawab,"Kalau kamu sehat dan siap berpuasa, boleh. Tapi nanti malam kamu niat puasa apa?" Dia menjawab,"Puasa Arafah" Saya bertanya lagi,"Mengapa kamu puasa Arafah?" Dia menjawab,"Tadi pagi guru saya bercerita bahwa besok hari Jum'at jamaah haji wuquf di Arafah. Umat Islam yang tidak haji disunnahkan untuk puasa agar mendapat pahala dan ampunan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya."
Itulah dialog singkat antara saya dengan anak saya ketika mengantar pulang ke rumah. Begitu bahagianya mempunyai anak cerdas dan punya keinginan kuat untuk beribadah puasa sunnah. Saya berdo'a semoga anakku menjadi wanita yang sholihah, bertaqwa dan selalu mendekatkan diri kepada Allah semata mencari ridho-Nya. Ketika menjalankan puasa sunnah dia tidak larut dalam perdebatan puasa Arafah pada hari Jum'at atau hari Sabtu. Tapi dia yakin sekali bahwa ketika jamaah haji wuquf di Arafah hari Jum'at, maka puasanya juga hari Jum'at. Itulah logika dan keyakinan sederhana dari seorang anak berumur 10 tahun yang baru duduk di kelas 4 SD. Sebagai seorang ayah saya selalu mendukung dan memfasilitasi agar anak saya tumbuh dan berkembang di bawah naungan ajaran Islam. Meskipun sudah terbiasa puasa Arafah saya tidak mewajibkan anak harus mengikuti ayahnya atau memaksanya harus mengikuti ayahnya. Saya selalu mengajaknya beribadah semampunya dengan berdialog. Supaya dia mengetahui mengapa manusia harus beribadah? Apa dasar dari ibadah yang dilakukan? dan bagaimana cara melakukannya?
Mengapa berpuasa Arafah tahun ini pada hari Jum'at? Kok tidak ikut keputusan pemerintah? Jawabannya bukan tidak ikut keputusan pemerintah, tapi mengamalkan perintah Nabi SAW yang sangat jelas dalam beberapa hadits. Dari Abu Qatadah al-Anshary, ia berkata,"Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Arafah?" Maka beliau menjawab,"Menghapuskan kesalahan tahun lalu dan tahun sesudahnya." (HR. Muslim No.1162 dalam hadits yang panjang)
Dan hadits lain yang artinya : … Dan puasa pada hari Arafah –aku mengharap dari Allah-
menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan
datang. Dan puasa pada hari ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram) –aku
mengharap dari Allah menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu”.
[Shahih riwayat Imam Muslim (3/168), Abu Dawud (no. 2425), Ahmad (5/297,
308, 311), Baihaqi (4/286) dan lain-lain]
Dari hadits di atas bisa dipahami sebagai berikut:
Pertama, Dikatakan puasa hari Arafah karena ada jamaah haji yang wuquf di Arafah dan jarang dinamakan puasa 9 dzulhijjah. Karena tahun ini adalah haji akbar, yaitu jamaah haji di Arab Saudi wuquf di Arafah bertepatan hari Jum'at, maka sunnah berpuasa hari Jum'at dan tidak hari Sabtu. Dan tidak berpuasa hari Sabtu karena ada larangan berpuasa ketika mayoritas umat Islam di dunia merayakan hari raya. Dan jika hari Sabtu, maka bukan dinamakan puasa hari Arafah, tapi puasa hari Mina. Karena semua jamaah haji hari Sabtu sedang menginap di Mina untuk melaksanakan lempar jumrah dan kewajiban lainnya.
Kedua, Keyakinan bahwa qiyas penentuan puasa Arafah dan hari raya Idul Adha disamakan dengan penentuan puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri kurang (baca: tidak) tepat. Kaedah Ushul fiqh 'Qiyas dengan sesuatu yang berbeda adalah bathil. Puasa Arafah berlandaskan pada tempat jamaah haji melaksanakan rukun wuquf saat haji dan waktu sekaligus. Sementara puasa Ramadhan berdasarkan pada waktu penentuan masuknya bulan baru Ramadhan dengan metode ru'yatul hilal atau hisab.
Ketiga, Jika penentuan awal bulan baru dengan melihat matholi' hilal maka perlu pertanyaan dan penjelasan yang lebih detail. Pemerintah dengan metode imkan ru'yah (kemungkinan melihat hilal dengan mata telanjang) dengan menetapkan ketinggian hilal harus di atas 2 derajat pada saat tenggelamnya matahari di hari trakhir bulan yang lalu. jika tidak sampai 2 derajat maka bulan baru harus ditetapkan hari lusanya. Sementara ormas yang menggunakan metode wujud hilal (eksistensi hilal) menetapkan bahwa jika hilal terlihat melalui hisab seberapapun ketinggian hilal itu pada saat tenggelamnya matahari di hari terakhir bulan lalu, meskipun di bawah 2 derajat, maka hari esok ditetapkan sebagai awal bulan baru. Pertanyaanya kemudian adalah mengapa harus waktu maghrib saat melihat hilal? Bagaimana jika ada seorang yang melihat hilal pada waktu sebelum subuh saat mencari ikan di tengah laut? Ketinggian hilal pada hari Rabu tanggal 24 September 2014 lalu hanya 6 derajat sehingga tidak mungkin terlihat oleh mata telanjang, tapi secara logika sudah masuk awal bulan baru. Hilal sangat mungkin terlihat jika mata melihatnya dengan alat teleskop yang lebih canggih dari alat tradisional atau mungkin terlihat agak jelas saat mendekati subuh di tengah laut. Karena itu lebih baik mengikuti Arab Saudi saja yang jelas menetapkan puasa Arafah hari Jum'at. Toh sebenarnya jarak waktu antara Arab Saudi dan Indonesia hanya sekitar 4-6 jam saja. Sementara waktu antara maghrib sampai subuh ada sekitar 10,5 jam.
Keempat, Mentaati Ulil Amri (baca: pemerintah) jika keputusan pemerintah tidak bertentangan dengan makna dhahir (jelas) nash dari Al-Qur'an dan hadits. Jika keputusannya bertentangan dengan makna dhahir hadits (dalam hal ini hadits puasa Arafah, bukan puasa Mina, Mekkah, Madinah, atau Indonesia), maka -mohon maaf, semoga Allah mempersatukan umat Islam dan mengampuni jika salah- tidak mengikuti keputusan pemerintah adalah lebih baik. Sekarang ini pemerintah berijtihad menggunakan qiyas, jika benar akan mendapat dua pahala, jika salah hanya mendapat satu.
Puasa Arafah memang pilihan, karena hidup juga pilihan. Sikap terbaik dalam memilih adalah berpuasa Arafah hari Jum'at dengan tidak menyalahkan orang yang berpuasa hari Sabtu. Berpuasa Arafah hari Jum'at dengan tidak memanas-manasi para pendukung puasa hari Sabtu. Yang harus disalahkan adalah orang yang tidak berpuasa, apalagi sudah tidak puasa malah membuat pernyataan yang 'sok ilmiah' supaya umat Islam saling bermusuhan satu sama lain. Yang menarik terdapat beberapa pengurus masjid yang mensarankan jama'ahnya puasa Arafah hari Jum'at, tapi sholat Idul Adha hari ahad. Wallahu A'lam bi al-shawab.
Kamis, 02 Oktober 2014
Senin, 29 September 2014
Mari berlomba-lomba dalam kebaikan
Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah dan Hari Arofah
Mari kita
berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Keutamaan
beramal di sepuluh hari pertama Dzulhijah diterangkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas
radhiyallahu ‘anhuma berikut,
مَا
مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ
الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ
الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ
إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».
"Tidak ada
satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang
dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)."
Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, "Tidak pula jihad di jalan Allah,
kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada
yang kembali satupun." [HR. Abu
Daud, dll, shahih]
Di antara
keutamaan hari Arofah (9 Dzulhijah) disebutkan dalam hadits berikut, “Di
antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah di hari
Arofah (yaitu untuk orang yang berada di Arofah). Dia akan mendekati mereka
lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah
berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” [HR. Muslim no. 1348,
dari ‘Aisyah] Keutamaan yang lainnya, hari arofah adalah waktu
mustajabnya do’a. Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik do’a adalah do’a
pada hari Arofah.” [ HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini hasan]
Jangan
Tinggalkan Puasa Arofah
Bagi orang yang
tidak berhaji dianjurkan untuk menunaikan puasa Arofah yaitu pada tanggal 9
Dzulhijah. Hal ini berdasarkan hadits Abu Qotadah, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ
يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي
قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى
اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“Puasa Arofah
dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro
(10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”[HR. Muslim no. 1162, dari Abu Qotadah]
Hadits ini
menunjukkan bahwa puasa Arofah lebih utama daripada puasa ‘Asyuro. Di antara
alasannya, Puasa Asyuro berasal dari Nabi Musa, sedangkan puasa Arofah berasal
dari Nabi kita Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam.
[ Lihat Fathul Bari, 6/286]. Keutamaan puasa
Arofah adalah akan menghapuskan dosa selama dua tahun dan dosa yang
dimaksudkan di sini adalah dosa-dosa kecil bukan dosa besar. Atau bisa pula
yang dimaksudkan di sini adalah diringankannya dosa besar atau ditinggikannya
derajat. [ Lihat Syarh Muslim, An Nawawi, 4/179, Mawqi’
Al Islam[]
Sedangkan untuk
orang yang berhaji tidak dianjurkan melaksanakan puasa Arofah. Dari Ibnu
‘Abbas, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak
berpuasa ketika di Arofah. Ketika itu beliau disuguhkan minuman susu, beliau
pun meminumnya.” [HR. Tirmidzi no. 750. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits
tersebut hasan shohih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits
ini shahih]
Senin, 22 September 2014
KAJIAN AL-QUR'AN SURAT AL-ANKABUT AYAT 69
YAKIN BERJUANG, ALLAH
MEMBERI JALAN
وَالَّذِينَ
جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّـهَ لَمَعَ
الْمُحْسِنِينَ ﴿٦٩﴾
" Adapun orang-orang yang berjuang (bersungguh-sungguh)
di dalam urusanKu maka pasti akan Aku ( Allah ) tunjukkan jalanKu pada mereka,
sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik". (QS. al-Ankabut: 69)
Hidup untuk berjuang adalah keniscayaan. Siapapun yang
tidak berjuang sebenarnya dia telah mati sebelum datang kematian sesungguhnya. Berjuang
berarti mencurahkan segala kemampuan dan tenaga untuk meraih kemenangan saat
menghadapi lawan. Mencurahkan semua kemampuan pikiran, ucapan, perbuatan, harta
dan nyawa. Raghib al-Isfahani membagi lawan yang harus dihadapi oleh manusia
menjadi tiga. Yaitu berjuang melawan musuh yang tampak oleh panca indera,
berjuang melawan godaan syetan yang tidak tampak, dan berjuang melawan hawa
nafsu yang ada dalam diri manusia sendiri.
Sebelum berjuang seseorang harus meluruskan niat dan
selalu memperbarui niat. Dia harus berpikir dan bertanya, ‘berjuang dalam
urusan apa dan untuk siapa?’ Jika berjuang dalam urusan Allah dan untuk Allah,
maka inilah makna perjuangan sesungguhnya. Inilah makna perjuangan yang
dijanjikan oleh Allah akan ditunjukkan pada jalan kemenangan dan kebahagiaan
seperti ayat di atas. Seorang mahasiswa yang meninggalkan rumah untuk menuntut
ilmu Allah. Dia giat mencari informasi,
mengkaji dan menyelesaikan permasalahan, tidak membeda-bedakan antara ilmu agama
dan ilmu pengetahuan umum. Dia berkerja keras membuat penelitian dan suatu saat
mengabdikan dirinya menjadi guru profesional untuk masyarakat dan bangsa
Indonesia termasuk pejuang.
Pejuang juga harus berkorban. Mengkorbankan waktu,
tenaga, harta benda, keluarga, bahkan nyawa semata demi meninggikan kalimat
Allah di muka bumi. Allah pasti akan menepati janji-Nya kepada orang-orang yang
benar-benar berjuang dan berkorban. Seorang suami yang gigih melawan pencuri
yang masuk ke dalam rumah guna menjaga keluarga dan harta bendanya termasuk
pejuang. Seorang wanita yang mempertahankan kesucian dirinya dari lelaki jahat
termasuk pejuang. Seseorang yang berbuat baik dan memberi manfaat untuk orang
lain karena Allah juga termasuk pejuang.
Orang yang selalu berbuat baik termasuk yang dijanjikan oleh Allah
meraih petunjuk jalan kemenangan dan kebahagiaan. Itulah salah satu rahasia
Allah menutup ayat tersebut dengan menjanjikan ‘ma’iyyah Allah’ (kebersamaan
Allah) kepada orang-orang yang berbuat baik. JIka Allah telah bersamanya,
mencintai dan melindunginya, maka adakah yang bisa mengalahkan? Pasti tidak
ada. Dan umat Islam harus yakin akan janji itu. Tidak salah jika dikatakan
jihad (perjuangan) adalah
pengorbanan.
Sang pejuang tidak menuntut untuk
diberi, tetapi memberikan yang
terbaik dari semua yang dimiliki.
Pejuang akan menjadi karakter kuat dan akhlak mulia
pada diri seseorang jika dilakukan dengan mudah dan ringan,
tanpa perlu berfikir dan merenung,
serta dilakukan secara terus menerus. Sebagaimana definisi akhlak menurut Imam
al-Ghazali dan al-Jurjani bahwa akhlak adalah istilah bagi
sesuatu sifat yang tertanam kuat dalam diri, yang darinya terlahir perbuatan-perbuatan
dengan mudah dan ringan, tanpa perlu berfikir dan merenung. Jika sifat tersebut
melahirkan
perbuatan-perbuatan yang indah menurut akal dan syariat dengan mudah, maka
sifat tersebut dinamakan dengan akhlak baik. Sedangkan jika darinya terlahir pebuatan-perbuatan
buruk, maka sifat tersebut dinamakan akhlak buruk.
Namun Jika ada orang yang berjuang hanya untuk
kepentingan diri dan kelompoknya, berjuang untuk memecah belah umat dengan
kata-kata dan tulisan, atau berjuang untuk kepentingan dunia yang sesaat, maka ini
termasuk perbuatan sia-sia. Bukan petunjuk jalan kebahagiaan yang didapat, tapi
kehinaan dan dosa. Bahkan Allah mensifatinya lebih jelek dari binatang jika
selalu memperturuti godaan syetan dan hawa nafsunya. Jadi teringat kisah petani
yang berpikir pendek dan tidak punya belas kasihan pada binatang dengan seekor
keledai yang cerdas dan pejuang.
Diceritakan pada suatu hari, keledai milik seorang petani jatuh ke
dalam sumur dekat rumah.
Hewan itu menangis memilukan selama berjam-jam, sementara si petani sibuk
memikirkan langkah apa yang harus dilakukan. Si petani akhirnya mengambil keputusan
dramatis. Dengan alasan keledai itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (
di tutup karena berbahaya ), jadi tak ada gunanya berbelas kasihan dan menolong
keledai. Malah dia mengajak para tetangga rumah untuk datang membantunya. Mereka
membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.
Pada mulanya, keledai
menyadari apa yang sedang terjadi dan dia menangis penuh kesedihan. Tapi
kemudian semua orang takjub karena keledai menjadi diam justru setelah mereka bermaksud menguburnya hidup-hidup. Setelah beberapa sekop tanah lagi
dituangkan ke dalam sumur, si petani dan tetangganya melihat ke dalam sumur.
Mereka tercengang dengan apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus
tertimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, keledai melakukan sesuatu yang
menakjubkan. Dia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa
punggungnya turun ke bawah, lalu keledai menaiki tanah itu.
Sementara para tetangga si
petani terus menuangkan tanah ke atas punggung hewan itu dan keledai terus
mengguncang-guncangkan badannya lalu melangkah naik. Setapak demi setapak.
Segera saja, semua orang terpesona ketika keledai meloncat ke tepi sumur dan
melarikan diri… !!!
Ini hanya sekedar kisah
keledai dan petani. Tapi tampaknya mirip dengan keadaan hidup kita di dunia
ini. Setiap masalah dari berbagai macam masalah yang menimpa diri kita
merupakan satu pijakan untuk terus melangkah. Kita dapat keluar dari masalah
yang sangat berat dengan terus berjuang dan pantang menyerah. Yakinlah bahwa Allah selalu bersama kita dan selalu
memberi petunjuk jalan kemenangan dan kebahagiaan jika kita selalu berjuang
pada jalan-Nya.
Selasa, 17 September 2013
Kehidupan
Kehidupan itu misteri ilahi bagi orang yang lalai
Kehidupan itu anugerah ilahi bagi orang yang berpasrah diri
Harus dipahami bahwa hidup itu bergerak tiada henti
Wahai orang yang sering lalai, inilah hidup sejati
Kehidupan ada di bumi dan langit karena terpancar dari Dzat Yang Maha hidup
Menjaga dan mempertahankan kehidupan adalah hidup
Pun memberi manfaat dan berarti bagi orang lain adalah hidup
Bahkan dalam hukum qisos ada kehidupan bagi orang yang berakal
Jika kita masih bertahan di tengah kehidupan manusia
Maka kita harus bangun sendiri dunia nyata kita
Jangan ukur hidup dengan standar hari ini, esok atau lusa
Sebab hidup selalu bergerak, berjalan, bahkan berlari dan selalu muda
Hidup sangat membutuhkan keyakinan, perjuangan dan kerja keras
Wahai anak cucu Adam yang tercipta dari tanah yang keras
Hancurkan batu cadas kelemahanmu dengan berbagai prestasi cerdas
Wujudkan mimpi-mimpimu dengan karya dan perbuatan tulus
Dari tanah liat manusia diciptakan
Dari air mani hina keturunan dilestarikan
Marilah hidup mulia untuk meraih masa depan
Semoga Allah selalu mentaqdirkan kita kebaikan dan kebahagiaan
Kehidupan itu anugerah ilahi bagi orang yang berpasrah diri
Harus dipahami bahwa hidup itu bergerak tiada henti
Wahai orang yang sering lalai, inilah hidup sejati
Kehidupan ada di bumi dan langit karena terpancar dari Dzat Yang Maha hidup
Menjaga dan mempertahankan kehidupan adalah hidup
Pun memberi manfaat dan berarti bagi orang lain adalah hidup
Bahkan dalam hukum qisos ada kehidupan bagi orang yang berakal
Jika kita masih bertahan di tengah kehidupan manusia
Maka kita harus bangun sendiri dunia nyata kita
Jangan ukur hidup dengan standar hari ini, esok atau lusa
Sebab hidup selalu bergerak, berjalan, bahkan berlari dan selalu muda
Hidup sangat membutuhkan keyakinan, perjuangan dan kerja keras
Wahai anak cucu Adam yang tercipta dari tanah yang keras
Hancurkan batu cadas kelemahanmu dengan berbagai prestasi cerdas
Wujudkan mimpi-mimpimu dengan karya dan perbuatan tulus
Dari tanah liat manusia diciptakan
Dari air mani hina keturunan dilestarikan
Marilah hidup mulia untuk meraih masa depan
Semoga Allah selalu mentaqdirkan kita kebaikan dan kebahagiaan
Minggu, 03 Mei 2009
Tanda taqwa
Sering kita mendengar khotib jum'at berkata, "marilah kita tingkatkan taqwa kita, yaitu dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhkan diri dari larangan-Nya." Sungguh ini merupakan himbauan yang sangat baik. jika kita merenungkan maknanya lalu melaksnakannya dalam kehidupan sehari-hari, maka kita akan melihat sendiri hasilnya. Sungguh kita akan merasa tenang dan bahagia, bahkan lebih bahagia. kita jadi lebih berhati-hati dan waspada dalam berkata, berbuat, maupun bertindak. Saya jadi teringat akan nasehat Maimun bin Mahran, " seseorang tidak dapat dikatakan bertaqwa kepada Allah sebelum dia memperhitungkan dirinya lebih teliti daripada memperhitungkan diri orang lain, sehingga dia mengetahui darimana makanannya, pakaiannya dan minumannya, dari yang halal atau haram."
Salah stu tanda orang bertaqwa adalah bila ia melakukan dosa ia bersegera taubat. jika bertaubat maka noda itu akan terhapus dari hatinya. karena itu hati seorang mukmin yang bertaqwa itu selalu cemerlang seperti cermin. Darimanapun setan dan manusia menggoda dia akan selalu mengetahui. semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa, amin.
Salah stu tanda orang bertaqwa adalah bila ia melakukan dosa ia bersegera taubat. jika bertaubat maka noda itu akan terhapus dari hatinya. karena itu hati seorang mukmin yang bertaqwa itu selalu cemerlang seperti cermin. Darimanapun setan dan manusia menggoda dia akan selalu mengetahui. semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa, amin.
Rabu, 04 Maret 2009
Otak rusak karena pornografi paling sulit disembuhkan
Pornografi dan pornoaksi menjadi virus yang lebih ganas dari HIV/AIDS sendiri. Lebih-lebih di Surabaya, jika dahulu kira-kira dua tahun lalu penyebaran penyakit HIV/AIDS melalui jarum suntik narkoba lebih banyak daripada melalui hubungan seks. Tapi baru-baru ini penyebaran virus tsb lebih banyak karena hubungan seks. Hal ini di antaranya karena banyak orang trermasuk para remaja yang melakukan hubungan seks disebabkan terobsesi oleh pornografi dan pornoaksi.
Pornografi menyebabkan otak rusak dan paling sulit untuk disembuhkan. Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli bedah syaraf dari San Antonio, Donald Hilton Jr MD. Dalam diskusi nenahani kedahsyatan kerusakan otak akibat kecanduan pornografi dan narkoba dari tinjauan kesehatan di Departemen Kesehatan. Menurutnya, sejatinya semua kecanduan (adiktif) berpengaruh terhadap kerusakan otak. misalnya kecanduan makanan (obesitas), judi, narkoba, dan pornografi. hanya tingkat kerusakan otak akibat kecanduan pornografi dinilai paling tinggi. jika dibiarkan, hal ini bisa mengakibatkan penyusutan (pengecilan) otak. ujung-ujungnya berakhir pada kerusakan otak yang pengobatan membutuhkan waktu yang lebih lama tergantung intensitas pengobatannya. lebih lanjut menurutnya, ada perbedaan antara otak yang sudah kecanduan dan yang tidak. otak yang terlanjur kecanduan memiliki mekanisme kontrol yang kecil terhadap rangsangan. Sebaliknya otak yang belum kecanduan masih meiliki kontrol yang besar untuk mencegah perintah agar tidak kecanduan. "sehingga masih bisa distop", cetusnya. Kecanduan pornografi mencadi yang tersulit melebihi kecanduan obat. hal ini lantaran masukan itu hanya datang satu arah atau tanpa melalui diskusi maupun saringan dari orang tua, anak cendearung menerima informasi tersebut secara mentah. Di AS , 10% anak muda mengakses situs pornografi.
Menurut para ulama lebih dari itu. Orang yang kecanduan pornografi akan terus terobsesi untuk melakukan hubungan seks. jika ia tidak bisa maka ia akan melakukan masturbasi / onani secara berkelanjutan. Hal ini mengakibatkan lemahnya kemampuan otak untuk fokus dan konsentrasi terhadap pemahaman sesuatu. Bahkan bila dilakukan terus menerus maka akan menyebabkan kekurangan kekuatan daya tahan tubuh dan kurus.
Pornografi menyebabkan otak rusak dan paling sulit untuk disembuhkan. Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli bedah syaraf dari San Antonio, Donald Hilton Jr MD. Dalam diskusi nenahani kedahsyatan kerusakan otak akibat kecanduan pornografi dan narkoba dari tinjauan kesehatan di Departemen Kesehatan. Menurutnya, sejatinya semua kecanduan (adiktif) berpengaruh terhadap kerusakan otak. misalnya kecanduan makanan (obesitas), judi, narkoba, dan pornografi. hanya tingkat kerusakan otak akibat kecanduan pornografi dinilai paling tinggi. jika dibiarkan, hal ini bisa mengakibatkan penyusutan (pengecilan) otak. ujung-ujungnya berakhir pada kerusakan otak yang pengobatan membutuhkan waktu yang lebih lama tergantung intensitas pengobatannya. lebih lanjut menurutnya, ada perbedaan antara otak yang sudah kecanduan dan yang tidak. otak yang terlanjur kecanduan memiliki mekanisme kontrol yang kecil terhadap rangsangan. Sebaliknya otak yang belum kecanduan masih meiliki kontrol yang besar untuk mencegah perintah agar tidak kecanduan. "sehingga masih bisa distop", cetusnya. Kecanduan pornografi mencadi yang tersulit melebihi kecanduan obat. hal ini lantaran masukan itu hanya datang satu arah atau tanpa melalui diskusi maupun saringan dari orang tua, anak cendearung menerima informasi tersebut secara mentah. Di AS , 10% anak muda mengakses situs pornografi.
Menurut para ulama lebih dari itu. Orang yang kecanduan pornografi akan terus terobsesi untuk melakukan hubungan seks. jika ia tidak bisa maka ia akan melakukan masturbasi / onani secara berkelanjutan. Hal ini mengakibatkan lemahnya kemampuan otak untuk fokus dan konsentrasi terhadap pemahaman sesuatu. Bahkan bila dilakukan terus menerus maka akan menyebabkan kekurangan kekuatan daya tahan tubuh dan kurus.
Minggu, 01 Februari 2009
"SESUATU"
Masa muda pebuh gairah bukan apa-apa
Kekasih muda cantik jelita juga bukan apa-apa
Bagi dia yang bergairah merindukan Tuhannya
yang menjadikan-Nya pusat energi dan kekuatan cinta
Pun bukan apa-apa janji bidadari di surga
Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai indah
Apalagi kalau hanya sekedar popularitas dan harta
Kedudukan, pangkat, jabatan dan wanita
Bagi dia yang mengharap ridha Allah Yang Satu
Air mata menetes di pipi karena dzikir adalah sesuatu
Berada di dunia, waspada dan menghindarinya adalah sesuatu
Berusaha dekat kepada Allah menjadi yang dituju
Sains dan peradaban Barat jadi rumah berhala
Filsafat dan mistik Timur jadi bukan apa-apa
Kedahsyatan akal dan ketajaman insting naluri jiwa
menjadi apa-apa bila diikuti dengan taqwa dan akhlaq mulia
Aku yang selalu berusaha untuk terus merindu dan mencinta
Tanpa-Mu, akupun bukan apa-apa
Kekasih muda cantik jelita juga bukan apa-apa
Bagi dia yang bergairah merindukan Tuhannya
yang menjadikan-Nya pusat energi dan kekuatan cinta
Pun bukan apa-apa janji bidadari di surga
Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai indah
Apalagi kalau hanya sekedar popularitas dan harta
Kedudukan, pangkat, jabatan dan wanita
Bagi dia yang mengharap ridha Allah Yang Satu
Air mata menetes di pipi karena dzikir adalah sesuatu
Berada di dunia, waspada dan menghindarinya adalah sesuatu
Berusaha dekat kepada Allah menjadi yang dituju
Sains dan peradaban Barat jadi rumah berhala
Filsafat dan mistik Timur jadi bukan apa-apa
Kedahsyatan akal dan ketajaman insting naluri jiwa
menjadi apa-apa bila diikuti dengan taqwa dan akhlaq mulia
Aku yang selalu berusaha untuk terus merindu dan mencinta
Tanpa-Mu, akupun bukan apa-apa
Langganan:
Postingan (Atom)